Amsterdam Light Festival

Kerennya Light Art di Sepanjang Kanal (Amsterdam Light Festival 2017-2018)

9 Komentar .
In Travel

Assalamu’alaikum! Liburan musim dingin kemarin kami ngga pergi ke luar Belanda. Alasannya cuma satu: tiket mahal! Hahaha.. Jadi kami berkeliling ke beberapa kota di Belanda saja. Salah satunya adalah Amsterdam. Kenapa Amsterdam? Jujur saja, sebetulnya saya ngga begitu tertarik dengan kota yang ramai turis. Karena jadi kurang bisa menikmati suasana kotanya. Tapi, di Amsterdam ada NEMO Science Museum yang recommended banget untuk anak-anak. Jadi paling ngga wajib lah 1x ke kota ini. Tentang NEMO, akan saya bahas di post terpisah ya.. Kebetulan, di Amsterdam juga sedang diadakan Amsterdam Light Festival (ALF) yang berlangsung dari tanggal 30 November 2017 – 21 Januari 2018. Membayangkan melihat instalasi seni dari lampu sambil menyusuri kanal, sepertinya menarik! Jadi kami memutuskan untuk melihat festival ini juga.

How to Discover Amsterdam Light Festival

ALF dibagi menjadi 2, land dan water exhibition. Lalu bagaimana melihatnya? Naik apa? Untuk kalian yang ingin merencanakan ke ALF berikutnya, simak 4 pertimbangan berikut ya:

  1. Tentukan exhibition yang ingin dikunjungi dan dengan apa. Land exhibition kali ini berada di Marineterrein Amsterdam, bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari Central Station. Tapi sayangnya, sudah berakhir tanggal 7 Januari lalu. Semoga yang berikutnya lokasinya juga strategis. Sedangkan untuk water exhibition bisa dengan perahu atau dengan sepeda. Untuk yang serius ingin hunting foto, saran saya sewa sepeda saja untuk menyusuri kanal, tapi tanpa mengikuti tour supaya lebih leluasa dengan waktunya. Kalau dengan perahu, seringnya objek yang menarik untuk difoto malah terhalang kepala penumpang lain. Hehehe.. Tapi untuk yang membawa anak-anak, menurut saya boat tour yang paling cocok.
  2. Jika memilih menggunakan perahupilih yang sesuai kebutuhan dan cuacaKarena ingin sekalian ambil foto dan video, saya memilih tour yang menggunakan semi-open boat. Jadi saya bisa leluasa foto tanpa terhalang atap, tapi juga ngga khawatir basah kuyup kalau tiba-tiba hujan. Tapi kalau ngga ingin kedingingan (keep in mind, it’s winter!), bisa memilih perahu yang fully covered.
  3. Pilih provider yang lokasinya strategis. Sebagian provider lokasinya tidak jauh dari Central Station. Sesuaikan saja dengan itinerary.
  4. Bandingkan harga dan fasilitas yang ditawarkan. Untuk semi-open dan open boat, selimut jadi salah satu fasilitas yang perlu dipertimbangkan. Ada juga yang menawarkan minuman hangat dan snack selama tour.

Setelah mempertimbangkan 4 hal tadi, tour yang kami pilih adalah KINboat. Harga tiketnya 19,5€ (dewasa) dan 12,5€ (anak-anak) sudah termasuk minuman hangat dan selimut. Setahu saya, ini termasuk yang paling murah untuk semi-open boat dibandingkan provider lain. Lokasinya di seberang Central Station, jadi kami cukup berjalan kaki dari NEMO museum yang berjarak 1 km. Kami memulai tour jam 16.35, langit masih agak terang. Nahkoda yang sekaligus merangkap sebagai tour guide kami, menjelaskan tentang arti masing-masing instalasi dalam bahasa Belanda dan bahasa Inggris.

Konsep-konsep Keren di Balik ‘Sekedar’ Lampu

Saat menulis artikel ini, saya baru tahu kalau ternyata ada 1 instalasi karya seniman Indonesia, lho! Namanya Bagus Pandega. Karyanya menampilkan tulisan “Be the change that you wish to see in the world” yang merupakan kutipan terkenal dari Mahatma Gandhi. Sepintas, karya ini terlihat biasa (apalagi untuk yang ngga paham seni seperti saya). Seperti tulisan berjalan yang sering kita lihat di stasiun, bank, dll. Tapi tulisan berjalan ini menggunakan lampu yang biasa digunakan untuk ambulans dan mobil polisi. Lampu bidu-bidu, kalau kata Ara (menirukan suara sirine). Hehe.. Ratusan lampu, lho! Keren ya idenya!

Be the Change

Karya Bagus Pandega. Foto dari Amsterdam Light Festival

 

Instalasi lain juga keren-keren konsepnya! Saya berkali-kali berpikir, kok bisa ya punya ide begitu. Apalagi setelah kepikiran bagaimana proses eksekusi idenya yang sepertinya rumit. Salut!

 

Amsterdam Light Festival

Whole Hole (Vendel & De Wolf)

 

Foto di atas adalah salah satu favorit saya. Rasanya seperti akan masuk ke dimensi lain. Meskipun berjudul Whole Hole, saya sih lebih suka menyebutnya “From Darkness Into The Light“. Mengingatkan saya untuk berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang beriman. Yang dikeluarkan oleh Allah dari kegelapan menuju cahaya.

 

Amsterdam Light Festival

Seven Bridges – Bukan bagian dari ALF, tapi merupakan lokasi yang cukup terkenal di Amsterdam, 7 jembatan yang bersisian

 

Amsterdam Light Festival

The Life of A Slime Mold (Nicole Banowetz)

 

Konsep di balik foto di atas juga menarik. Tentang kehidupan makhluk hidup bersel tunggal yang disebut slime mold (jamur lendir). Makhluk ini akan berkoloni dan bergerak bersama untuk mencari makan. Membuat berpikir juga tentang kita sebagai manusia, yang seringnya hanya memikirkan kepentingan perut sendiri meskipun masih banyak manusia lain yang berkekurangan.

 

Amsterdam Light Festival

City Gazing (FOLD)

 

Instalasi lampu yang berbentuk seperti jaring di foto atas, berjudul City Gazing yang merupakan peta kota Amsterdam. Tapi peta ini bukan seperti peta biasa yang menggambarkan jalan, melainkan peta lampu kota Amsterdam jika dilihat dari langit saat malam hari. Seniman yang membuat karya ini ingin menunjukkan seperti apa ‘jejak’ lampu yang dibuat manusia yang menandakan keberadaannya ke luar angkasa.

Selain instalasi di atas, masih banyak instalasi lampu lain yang juga menarik. Kalau saya tidak salah ingat, ada sekitar 20 instalasi yang tersebar di sepanjang kanal. Sayangnya, tidak semuanya sempat saya foto atau video. Atau ada juga yang sempat difoto, tapi hasilnya blur. Hahaha..

Saya kira, dengan kerennya lampu-lampu yang kami lihat, mas Aim akan girang. Ternyata saya salah. Dia biasa aja. Malah tidur-tiduran di perahu. Hahaha.. Yang excited banget justru malah Ara. Bayi gede ini bisa sampai ketawa ngakak lihat lampu-lampu. Apalagi saat meihat yang slime mold. Bentuknya lucu mungkin menurutnya. Setelah kurang lebih 1 jam, tour selesai dan perahu kembali ke lokasi awal.

Sebetulnya saya kurang puas hanya dengan melihat water exhibition saja. Kurang banyak yang bisa dilihat. Tapi karena udara dingin membuat saya menggigil (sedangkan anak-anak tampak biasa saja), kami memutuskan untuk kembali ke stasiun dan naik kereta pulang. See you next time, Amsterdam!

hizalia-sign

 

You Might Also Like

9 Comments

  • Avatar
    Reply
    Khadijah
    Januari 16, 2018 at 4:05 pm

    Wah keren banget mbak pamerannya ??

    • Hizalia
      Reply
      Hizalia
      Januari 17, 2018 at 8:20 am

      iya mba, Alhamdulillah kesampaian lihat. Thanks udah mampir ya mba! ?

  • Avatar
    Reply
    Vita Pusvitasari
    Januari 17, 2018 at 12:44 am

    Bagus mbak amsterdam light festival, kalau di indonesia banjir kanalnya dibikin gini seru dan asyik ya

    • Hizalia
      Reply
      Hizalia
      Januari 17, 2018 at 8:24 am

      Kalau di Semarang, kota asal saya, sudah ada mba, festival di banjir kanal. Ada parade perahu hias dan lampion. Tapi saya sendiri belum pernah lihat langsung, karena pas festival selalu pas ngga pulang kampung. Hehehe.. Thanks ya mba udah mampir ?

  • Reply
    Kerennya Light Art di Sepanjang Kanal (Amsterdam Light Festival)
    Januari 20, 2018 at 9:19 am

    […] Baca Selengkapnya […]

  • Avatar
    Reply
    Ghea Safferina
    Januari 20, 2018 at 3:28 pm

    Mbak cantik cantik banget! Terimakasih sudah menghadirkan pemandangan indah ini di depan leptop saya hehehe. Doakan semoga bisa kesana juga yah :))

    • Hizalia
      Reply
      Hizalia
      Januari 20, 2018 at 4:37 pm

      Terima kasih juga sudah mampir, mba Ghea! Semoga bisa jalan-jalan ke Belanda, mba.. Aamiin ☺️

  • Avatar
    Reply
    Casa Sudarmadjie
    Januari 21, 2018 at 5:05 am

    Waa jadi kangen Belanda.. Salam kenal mbaa 🙂

    • Hizalia
      Reply
      Hizalia
      Januari 21, 2018 at 7:19 am

      Salam kenal juga, mba ?
      Terima kasih sudah mampir

    Leave a Reply